Beasiswa BPPDN, Afirmasi, Luar Negeri, dan PMDSU

Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti, Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, gelar konferensi pers dengan wartawan di kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Senin (5/6), terkait Peluncuran Beasiswa Ristekdikti Antara Lain Beasiswa BPPDN, Afirmasi, Luar Negeri, dan PMDSU. Dirjen Ali Ghufron mengatakan, beasiswa ini adalah kesempatan bagi dosen-dosen/tenaga pendidik di seluruh Indonesia ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.

“Dosen mempunyai peran strategis didalam Perguruan Tinggi, oleh karena itu beasiswa ini untuk pemenuhan kebutuhan mencetak dosen yang berkualitas yang memiliki kualifikasi akademik yang baik serta sebagai tenaga pendidik yang baik,” terang Ali Ghufron pada keterangan pers.

Beasiswa yang diluncurkan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti antara lain;

(1) BPPDN (Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri) yang disediakan bagi dosen tetap yang bertugas pada Perguruan Tinggi dibawah naungan Kemenristekdikti. Kuota BPPDN tahun 2017 sebanyak 1000 peserta bagi dosen yang telah memiliki NIDN dan NIDK yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Doktor (S3).

(2) Beasiswa Afirmasi disediakan bagi dosen tetap pada PTNB (Perguruan Tinggi Negeri Baru) yang telah memilik NIDN/NUPN dan dosen yang belum memiliki NIDN di lingkungan Kemenristekdikti. Kota Beasiswa ini sebanyak 150 peserta untuk dosen PTNB yang masih berpendidikan S1 dan mempunyai durasi beasiswa selama 4 semester (2 tahun).

(3) Beasiswa Luar Negeri bagi dosen antara lain; Dikti Funded, OeAD Austria, dan Newton Fund.

(4) Beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) diberikan kepada lulusan Sarjana yang telah memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang Doktor dengan masa pendidikan 4 tahun yang akan dibimbing oleh Promotor Handal Tanah Air dan peserta PMDSU dituntut harus menghasilkan minimal 2 (dua) buah hasil riset publikasi di jurnal internasional.

Dapatkan informasi yang lebih lanjut pada laman resmi

http://beasiswa.ristekdikti.go.id dan http://sumberdaya.ristekdikti.go.id atau akun Twitter serta Instagram resmi @ditjensdid