PTS harus meraih kepercayaan masyarakat dengan Kualitas

Bagikan Berita Ini
  • 10
    Shares
WhatsApp Image 2019-01-24 at 18.40.16
Peserta Rakor Kebijakan Pendidikan Tinggi

 

Jatinangor – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Kebijakan Pendidikan Tinggi dan Program Kerja LLDIKTI Wilayah IV, tanggal 24 Januari 2019 di Gedung Diklat LLDIKTI Wilayah IV Jatinangor. Kegiatan ini mengundang 242 Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta yang status akreditas perguruan tingginya masih belum terakreditasi. Rapat Koordinasi merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IV dalam upaya melakukan fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi serta sosialisasi capaian kinerja yang telah diraih juga program kerja LLDIKTI untuk 1 tahun ke depan.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara rakor kali ini tidak seperti biasanya, undangan peserta dibagi menjadi 2 kategori dan yang didahulukan adalah PTS yang memiliki potensi untuk maju (belum terakreditasi perguruan tinggi). “Akreditasi perguruan tinggi bukan merupakan kewajiban, kepercayaan masyarakatlah yang harus dijaga dengan kualitas yang dimiliki oleh PTS” ujar Uman.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari ini menghadirkan Ketua Majelis Akreditasi BAN PT, Prof. Ir. Dwi Wahju Sasongko Ph.D. Prof. Sasongko memberikan materi mengenai akreditasi perguruan tinggi dan akreditasi program studi. Sekretaris LLDIKTI Wilayah IV, memaparkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap PTS tahun 2018. Dalam kegiatan ini pula, Kepala LLDIKTI Wilayah IV menyampaian capaian kinerja LLDIKTI Wilayah IV selama tahun 2018.

Pimpinan perguruan tinggi swasta juga akan melakukan penandatanganan perjanjian kinerja dengan LLDIKTI Wilayah IV. Diharapkan dengan dilaksanakannya penandatanganan perjanjian kinerja PTS akan berupaya optimal untuk memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan yang tentu akan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu perguruan tinggi.